Senin, Oktober 16, 2017

Pengalaman Mengurus e-KTP di Tangerang Selatan

Sebenarnya sampai sekarang aku masih bingung apa definisi e-KTP itu. Apakah e-KTP itu dilihat dari fisiknya (lebih tebal daripada KTP konvensional) atau dilihat dari NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang merupakan identitas tunggal dari si pemiliknya. Sebelum pindah ke Tangerang Selatan di tahun 2013 lalu, aku sudah memiliki e-KTP yang dibuat di Jakarta, yang artinya data-data biometrik seperti sidik jari dan scan retina mataku sudah tersimpan di server. Namun ketika pindah, karena blangko nya sudah habis, aku diberikan KTP biasa namun NIK tidak berubah. Paling nggak walaupun fisik KTP nya sendiri masih konvensional, namun data-dataku seharusnya sudah terdaftar.

Rabu, Oktober 04, 2017

Menikmati Keindahan Kawah Ijen

pemandangan kawah Ijen
Beberapa waktu lalu aku bersama rekan-rekan kerja di kantor berkesempatan untuk mengunjungi kota Banyuwangi, dalam rangka workshop dan sekaligus refreshing. Dalam acara refreshingtersebut peserta diberikan kebebasan untuk memilih lokasi wisata yang ingin dikunjungi: Kawah Ijen atau Taman Nasional Baluran. Pada awalnya aku memilih Baluran karena acara trekking ke Kawah Ijen nya dimulai setelah waktu shubuh. Selain sudah panas, kami juga tidak akan bisa menikmati blue fire yang menjadi ciri khas wisata ini. Namun karena pada akhirnya jadwal keberangkatannya dimajukan menjadi ke tengah malam, aku memutuskan untuk memilih Kawah Ijen.

Senin, September 11, 2017

Catatan Liburan Ke Yogyakarta

Di acara gowes Tour de Ambarrukmo (TdA) yang diadakan pada tanggal 22 Juli lalu, aku memutuskan untuk sekalian mengajak keluargaku liburan ke Yogyakarta. Hitung-hitung biar kedepannya lebih gampang untuk mendapatkan VISA gowes , jadi kalau memungkinkan acara gowes di luar kota bisa dibarengin dengan liburan bersama keluarga. Dan agar lebih mudah transportasi nya, aku putuskan untuk berkendara ke Yogya, selain lebih irit, bisa lebih fleksibel juga. Sekalian mau menjajal ketahanan tubuhku untuk nyetir dengan jarak yang cukup jauh.

Aku putuskan untuk mengambil cuti selama 3 hari, dari Jumat sampai hari Selasa di minggu depannya. Hari Jumat sampai di Yogya, dan hari Senin pulang kembali ke Jakarta. Sementara hari Selasa untuk jaga-jaga jika kecapaian di jalan. Anak-anak juga ijin dari sekolahya. Kebetulan baru masuk 1 minggu, jadi nggak apa-apa lah. Toh liburan keluar kota seperti ini juga jarang-jarang.

Selasa, Agustus 22, 2017

Tour de Ambarrukmo 2017

Pada tanggal 22 Juli lalu grup Ambarrukmo menggelar event gowes Tour de Ambarrukmo 2017, yang rutenya mengelilingi berbagai wilayah di sekitaran Yogyakarta. Di brosurnya, rute yang ditempuh sejauh 148 km, dan dibagi menjadi 5 segmen dan 4 pitstop. Start dan Finish di lokasi yang sama: Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Di antara pitstop ke-2 dan ke-3 ada segmen tanjakan untuk KOM/QOM dengan elevasi kurang lebih sekitaran 300-400m.

Sabtu, Juni 10, 2017

🚡 Gowes Edisi Nanjak: Sentul - Pinus 🌲

Pemandangan di titik finish
Sejauh ini, jika aku gowes ke daerah sekitaran Sentul, destinasinya tidak jauh-jauh dari Km 0, Gunung Pancar, Leuwi Hejo, Rainbow Hill, Gunung Geulis, dan Katulampa. Nah, berawal acara gowes salah seorang temanku di komunitas gowes Bintaro Loop yang rutenya agak-agak nggak standar (diluar destinasi yang aku sebutkan diatas), ternyata ada rute lain yang total elevasinya sekitaran 2000m, dan jarak tempuhnya kurang lebih 65km PP. Rekan-rekanku memberi nama destinasi dari rute ini 🌲Pinus. Jarak dari Bakmi Golek Sentul kurang lebih 33km, jadi jika PP ya tinggal dikali 2 saja.

Yang membuatku penasaran adalah total elevasi yang didapat, yaitu sekitaran 2000m, padahal jaraknya hanya 60km saja. Elevasi di titik finishnya juga sekitaran 1000mdpl, masih dibawah Mang Ade (Puncak Pass) yang memiliki elevasi 1450mdpl. Nah, ini kan artinya jalanan sepanjang rute ini berbukit-bukit alias naik turun. Informasi lain yang aku dapatkan adalah jalanan sepanjang rute ini tidaklah mulus, dan sangat tidak disarankan menggunakan Road Bike, karena ngeri ketika turunan + jalanan rusak nya.

Sabtu, Mei 06, 2017

Ulasan Wahoo ELEMNT

Beberapa waktu yang lalu aku membeli ELEMNT, perangkat bike computer keluaran Wahoo yang sudah dilengkapi dengan GPS. Sejauh ini, sebenarnya kebutuhanku untuk merekam aktivitas bersepedaku sudah cukup terakomodasi oleh aplikasi Cyclemeter + Strava. Sementara untuk dapat memonitor kecepatan, heart rate, dan cadence secara realtime, aku sudah cukup puas menggunakan RFLKT keluaran Wahoo juga. iPhone yang aku gunakan berfungsi sebagai bike computer nya, dan informasi nya akan ditampilkan melalui RFLKT.

Namun demikian godaan untuk memiliki ELEMNT sangatlah besar, apalagi di Bukalapak aku menemukan ada yang menjual barang ini dengan harga Rp4,5 juta saja. Beda tipis lah dari harga aslinya USD 329, dan pada umumnya ELEMNT dibanderol dengan harga diatas Rp 5 juta di Bukalapak, dan bahkan ada juga yang menjualnya di harga Rp 6 juta an. Salah satu kekurangan yang paling mendasar ketika menggunakan handphone sebagai bike computer adalah borosnya konsumsi baterai, terutama untuk aktivitas gowes yang memakan waktu cukup panjang. Selain itu untuk aktivitas gowes yang mengharuskanku untuk melihat rute dan arah secara rutin, terasa sangat merepotkan jika aku harus sering berhenti untuk melihat peta di handphone. Kedua hal ini menurutku sudah cukup menjustifikasiku untuk membeli perangkat ini. 😁

Minggu, April 09, 2017

Pengalaman Gowes Bromo 100KM 2017: Tanjakannya Mantapp!!

Pada tanggal 25 Maret lalu, aku dan temanku Muh berkesempatan untuk mengikuti event tahunan yang diselenggarakan oleh Jawa Pos: Bromo 100KM. Sesuai dengan namanya, jarak tempuhnya kurang lebih 100km, start dari Surabaya dan finish di Wonokitri Bromo. Rencana awalnya, seharusnya ada 3 orang teman kantorku yang ikut. Namun sayangnya ketiga-tiganya sakit dan berhalangan, sehingga tidak bisa mengikuti event ini.

Packing
Ini adalah kali pertama aku gowes ke luar kota. Dan berhubung ke Surabaya naik peaawat, jadi mau nggak mau sepeda harus dimasukkan ke dalam bike box. Agak ribet juga ternyata packing sepeda ke dalam bike box.
Untuk pengalaman pertamaku ini, perlu waktu 1 jam lebih untuk membongkar sepeda dan menatanya ke dalam bike box. Yang perlu di bongkar antara lain:
  • Ban depan dan belakang, pastikan keduanya sudah kempes ketika dimasukkan ke dalam bike box.
  • Handle bar
  • Seat post
  • Pedal

Selasa, Maret 21, 2017

Gowes Edisi Endurance Ride: Gadog-Cianjur PP

pemandangan kebun teh dari warung Mang Ade
Ini adalah gowes pertamaku dalam menjajal medan tanjakan dengan menggunakan crank compact 50/34T. Sebelumnya aku menggunakan crank 53/39T yang memang didesain untuk medan yang relatif flat. Walaupun crank ini telah teruji untuk melibas tanjakan KM0 melalui rute Taman Budaya, namun rasa-rasanya akan sangat mustahil untuk bisa melibas tanjakan di event Bromo 100 tanpa berhenti di tengah jalan. Melibas tanjakan dengan grade 10-15% saja sudah ngos-ngosan, apalagi jika tanjakannya panjang.

Gowes edisi kali ini memang aku tujukan sebagai uji nyali dan mental dalam mempersiapkan event Bromo 100 yang akan digelar minggu ini. Jadi itung-itung sebagai latihan terakhir lah. Selama ini biasanya jika latihan di medan menanjak memang on the spot, nggak gowes dari rumah. Jadi pas nanjak ya masih fresh. Untuk menguji endurance, mesti dipaksa melibas tanjakan dalam kondisi stamina sudah terkuras. Dan aku melihat rute Gadog-Cianjur ini bisa merepresentasikan kondisi diatas. Tanjakan pertama dari Gadog-Mang Ade sebagai pemanasan, sementara tanjakan kedua dari Cianjur-Mang Ade sebagai uji endurance nya.

Sabtu, Februari 25, 2017

Jakarta Audax 2017

Pada tanggal 19 Februari lalu, aku berkesempatan untuk menjajal event Jakarta Audax yang biasanya digelar setiap tahun. Audax bukanlah event untuk balapan. Tantangannya adalah menyelesaikan jarak gowes yang lumayan jauh di rentang waktu tertentu. Biasanya, pada tahun-tahun sebelumnya jarak tempuh untuk event ini minimum 200km, namun pada tahun ini dibuka 2 kategori: 100km dan 200km.

Aku memilih kategori 100km karena tidak ingin terlalu capek dan biar cepet kelar. Sebenarnya sih tertarik juga untuk menjajal 200km, cuma berhubung sebelumnya belum pernah ikutan event nya, aku putuskan untuk mengikuti kategori 100km saja. Apalagi acaranya hari Minggu, kalau tepar kan ribet karena besoknya harus masuk kantor.

Selasa, Februari 21, 2017

Resolusi 2017

Walaupun saat ini sudah memasuki bulan Februari, tidak ada kata terlambat untuk menuliskan resolusiku di tahun 2017 ini. Baru kusadari pentingnya untuk menuliskan target atau resolusi yang ingin kita capai ketika aku menuliskan kontemplasi untuk tahun 2016 lalu dan setelah ngubek-ngubek aku tidak menemukan target yang ingin kucapai di tahun tersebut. Nah kalau nggak ada target, bagaimana kita bisa mengetahui progress dan pencapaian kita?

Berbicara mengenai resolusi, tidak harus selalu berkaitan hal-hal yang luar biasa. Terkadang hal-hal yang sepele dan terlihat mudah malah lebih sulit untuk dicapai jika targetnya berkesinambungan.