Kamis, Agustus 09, 2012

[Review] HTC Explorer

Pada tulisan sebelumnya, sudah dijelaskan mengapa aku lebih memilih HTC Explorer dibandingkan dengan ponsel lain. Tujuan awalnya hanya satu: mencari ponsel yang mampu memenuhi kebutuhan dasarku: fungsi SMS, telepon, dan modem. Diantara berbagai pilihan yang ada, ponsel Android low end sudah mencukupi.

Spesifikasi Teknis
HTC Explorer yang baru dirilis bulan September 2011 lalu dilengkapi dengan sistem operasi Android Gingerbread 2.3.5. Ponsel ini memiliki layar 3.2 inch dengan resolusi 320x480 pixels. Untuk ukuran ponsel low end, resolusi layar tersebut menurutku sudah cukup besar. Pesaing terdekatnya mungkin Samsung Galaxy Y yang memiliki resolusi layar 240x320 pixels, namun Galaxy Y memiliki clock processor yang lebih tinggi dibandingkan dengan HTC Explorer.



Keunggulan lainnya adalah ponsel ini dilengkapi RAM sebesar 512 MB dan ROM sebesar 512 MB. Jumlah memori yang cukup besar menurutku. Namun sayangnya internal storage nya justru yang dikorbankan, hanya sebesar 90 MB. Terlebih lagi dalam paket penjualannya tidak disertakan memori tambahan. Dengan harga Rp. 999.000, menurutku wajar saja jika ponsel ini begitu minimalis dalam paket penjualannya. Namun demikian, penggunanya dapat memasang memori tambahan sampai dengan 32GB. Cukup untuk menyimpan koleksi lagu dan video klip.

Untuk konektivitas, HTC Explorer dilengkapi dengan fitur WiFi, Bluetooth, microUSB, dan koneksi HSDPA. Fitur WiFi dan HSDPA menurutku sangat penting saat ini, karena pada awalnya ponsel ini memang akan aku gunakan sebagai modem/internet sharing.

Kamera yang disematkan memiliki resolusi 3MP, tidak terlalu besar. Kamera tersebut juga bisa digunakan untuk merekam video 480p. Aku akui, kedua fitur terakhir ini paling jarang kugunakan. Jadi sebenarnya mau secanggih apapun atau sejelek apapun fitur kamera dan videonya, aku tak peduli.

Untuk spesifikasi teknis yang lebih lengkap, bisa membuka tautan ini.

Paket penjualan
Berhubung ini adalah ponsel low end, jadi jangan berharap ada aksesoris macam-macam di dalam paket penjualannya. Setelah box dibuka, hanya ada ponselnya itu sendiri + baterai, kartu garansi, manual, charger + kabel data. Kartu memori tambahan tidak disertakan disini.

Desain
Dengan dimensi panjang x lebar 102.8 x 57.2 mm dan dengan berat 108 g, ponsel ini terasa ringan ketika digenggam. Build quality untuk ponsel ini pun tidak terlalu bagus. Bodinya terkesan ringkih dan tidak kokoh. Yah namanya juga low end, nggak usah berharap terlalu banyak deh. Untuk mengetik, menurut ukuranku, ponsel ini terlalu kecil, maklum aku sudah terbiasa menggunakan Nokia E72 yang memiliki keypad QWERTY. Pada mulanya, aku seringkali salah ketik, namun setelah dilakukan kalibrasi untuk keypad, tingkat akurasi pengetikan menjadi lebih baik.

Fitur dan Aplikasi
Aplikasi bawaan pada HTC Explorer sangatlah minim. Bisa dibilang tidak ada aplikasi dari pihak ketiga yang sudah terinstall disini, kecuali aplikasi bawaan Google seperti Gmail, Google Search, Google Maps, dan lain sebagainya. Walaupun dilengkapi dengan aplikasi Mail client bawaan, namun untuk membuka attachment seperti PDF ataupun dokumen lainnya, Anda harus menginstall aplikasi dari pihak ketiga terlebih dahulu. Aplikasi tersebut bisa diunduh melalui Google Play Store.

Yang menyebalkan adalah banyaknya bloatware yang terpasang dalam paket penjualannya. Bloatware adalah aplikasi-aplikasi yang sudah pre-install di dalam ponsel Android Anda. Aplikasi ini biasanya bawaan dari program Bundling yang bekerja sama dengan operator. Kebanyakan aplikasi ini tidak terlalu berguna, dan hanya berisi shortcut untuk mengakses fitur-fitur yang disediakan oleh operator yang bersangkutan, misalnya Cek Pulsa, NSP, dan lain sebagainya. Setelah aku cek, HTC Explorer ini dipenuhi aplikasi-aplikasi dari hampir semua operator. Namun yang ditampilkan memang hanya dari operator aktif sesuai dengan nomor yang kita gunakan. Bagian yang paling menyebalkan adalah, Anda tidak daat menghapus aplikasi-aplikasi tersebut. Cara efektif adalah dengan melakukan root pada ponsel Android Anda, namun dengan resiko kehilangan garansi jika terjadi apa-apa.

Konektivitas dengan PC
HTC menyediakan aplikasi HTC Sync yang bisa digunakan untuk melakukan sinkronisasi kontak, foto, dokumen, sinkronisasi lagu dengan iTunes/Media Player, serta melakukan instalasi aplikasi dari PC. Sinkronisasi dilakukan melalui kabel data microUSB yang juga disertakan dalam paket penjualannya. Namun demikian HTC Sync tidak memiliki fungsi untuk backup SMS, salah satu fitur yang sebenarnya sangat kuharapkan. Jika Anda memerlukan fitur tersebut, bisa dilakukan melalui aplikasi dari pihak ketiga, seperti Wondershare MobileGo.

Sayangnya, HTC tidak mengeluarkan versi HTC Sync untuk Mac. Ada sih aplikasi dari pihak ketiga, tapi sayangnya berbayar dan harganya cukup menguras kantong pula. Harganya nggak sebanding dengan fitur yang diberikan. Namun demikian, walaupun tidak mengeluarkan dukungan untuk Mac, kartu memori tambahan yang dipasang pada ponsel ini dapat dideteksi sebagai external storage di Mac. Dokumen, foto, lagu, dan video bisa langsung disalin, dan otomatis terdeteksi di ponselnya.

Modem dan Tethering
Fungsi modem ini aku bahas secara terpisah, karena memang fitur ini adalah fitur yang paling kuharapkan. HTC Explorer seperti kebanyakan ponsel berbasis Android lainnya memiliki fungsi internet tethering via kabel data dan via WiFi. Untuk menggunakan ponsel ini sebagai modem, Anda disarankan untuk memiliki paket data pada operator yang Anda gunakan.

Jika ponsel ini digunakan sebagai modem via kabel data, koneksi internet dari ponsel ini akan dibagi ke PC. Kabel data disini juga berfungsi untuk men-charge ponsel. HTC Explorer menyediakan dua opsi disini: PC atau Mac OS X. Untuk memanfaatkan fitur ini bisa dikatakan sangat mudah. Hubungkan HTC Explorer ke PC/Mac, pilih jenis koneksi USB Tethering, otomatis PC/Mac Anda sudah bisa digunakan untuk berselancar di internet. Pada versi PC, ketika dihubungkan melalui USB Tethering, otomatis Windows akan menginstall driver yang sesuai. Sementara untuk Mac, pada menu Network akan otomatis ditambahkan koneksi baru.

Harap diingat, di PC/Mac tidak perlu dilakukan konfigurasi macam-macam lagi. Setting APN dilakukan langsung pada ponsel. Jadi bisa dibilang fungsinya agak sedikit berbeda dengan modem dimana koneksi internet dikontrol melalui PC/Mac. Pada kasus ini ponsel ini akan berbagi koneksi internet yang ke PC/Mac dari koneksi yang sudah dibuat. Jika dilihat melalui perintah ipconfig/ifconfig, HTC seolah berfungsi sebagai ethernet, sehingga alamat IP yang tertera adalah alamat IP lokal, bukan Alamat IP yang diberikan oleh operator.

Aku belum melakukan test yang cukup intensif menggunakan PC, karena aku lebih sering menggunakan Mac. Namun demikian, USB Tethering via Mac kurasakan sangat tidak stabil. Entah apakah ini memang bug di HTC ataukah bug di OS Mac nya. Yang jelas, ketika sedang browsing, tiba-tiba koneksinya terputus, sehingga aku perlu melakukan re-connect pada setingan USB Tethering nya. Hal ini Sangat mengganggu, karena masalah putusnya koneksi ini selalu terjadi dalam selang waktu tertentu.

Karena koneksinya seringkali tidak stabil, aku lebih memilih Wifi Tethering. Dengan pilihan ini, ponsel HTC akan berfungsi sebagai WiFi hotspot yang tentunya memiliki kelebihan dibandingkan dengan USB Tethering. Kelebihannya adalah ponsel ini bisa berbagi koneksi internet ke lebih dari satu perangkat (maksimal 8 perangkat). Pengguna juga bisa mengatur tingkat keamanan pada WiFi ini dengan memberikan password untuk perangkat yang akan menggunakan fitur ini.

Berdasarkan pengalamanku menggunakan pilihan WiFi Hotspot, koneksinya sangat stabil tanpa masalah. Aku gunakan pada Mac dan iPad secara bersamaan pun tidak ada masalah yang berarti.

Hiburan dan Multimedia
Fungsi kamera dan video untuk HTC Explorer bisa dibilang pas-pasan. Namun sebenarnya sih untuk ukuran low end, kamera 3 MP sudah lumayan. Ada harga, ada rupa lah ya. Pas juga sih karena fitur kamera dan video memang paling jarang aku gunakan.

Walaupun demikian, dengan kartu memori tambahan, ponsel low end ini bisa berfungsi sebagai MP3 player dengan kualitas yang cukup layak. HTC juga menyediakan fitur equalizer (yang hanya tersedia ketika anda menghubungkan ponsel ini dengan headphone) ataupun SRS Enhancement, semacam fitur untuk memperkaya pengalaman Anda dalam mendengarkan musik.

Ponsel ini juga mampu memainkan video dengan baik. Untuk video berdurasi kurang lebih 1 jam dengan format 480p masih bisa diputar dengan mulus. Namun setelah dicoba dengan menggunakan video berdurasi 1,5 jam dengan format 720p, ponsel ini menyerah. Pemutar video bawaan tidak bisa memainkan video tersebut. Namun dengan menggunakan aplikasi dari pihak ketiga, MX Player, video tersebut bisa dimainkan namun terputus-putus dan tidak smooth. Pada dasarnya sih ponsel ini memang nggak sanggup untuk memutar video 720p.

Daya Tahan Baterai
HTC Explorer dilengkapi dengan baterai yang memiliki kapasitas 1230 mAh. Untuk penggunaan normal (browsing, sms, telepon, chatting, email) baterai tersebut mampu bertahan selama kurang lebih 1,5 hari untuk sekali charge. Ini pun dengan catatan, fungsi akses background data nya dimatikan. Menurutku masih jauh lebih baik dibandingkan BB, yang perlu dicharge tiap 12 jam sekali.

Kesimpulan
HTC Explorer memang ponsel low end. Jadi jangan berharap terlalu banyak pada kualitas fisik ponselnya. Namun demikian ponsel ini memiliki fitur-fitur yang lumayan OK. Dengan harga yang miring, penggunanya bisa mendapatkan fitur-fitur yang lebih baik, dibandingkan dengan Nokia. Walaupun memang aku akui, untuk urusan kualitas fisik, Nokia lebih unggul. Namun, Android memiliki aplikasi-aplikasi yang lebih beragam dibandingkan pada platform Symbian nya Nokia.

Pada dasarnya, ponsel berbasis Android memiliki fitur yang bisa dikatakan seragam. Artinya fungsi-fungsi seperti fungsi email, tethering internet, fitur hiburan/multimedia diatas, bisa anda dapatkan pada ponsel Android yang lain. Yang membedakan adalah kualitas fisik (misalnya layar, build quality, kapasitas baterai, internal storage dan memori, kecepatan prosesor, dan lain sebagainya). Karena spesifikasinya juga pas-pasan, tentunya Anda tidak akan bisa menjalankan aplikasi yang membutuhkan spesifikasi yang lebih tinggi seperti misalnya game-game yang berat di ponsel ini.

Aku cukup puas dengan performa ponsel ini. Fitur yang ditawarkannya melebihi ekspektasi, ditambah lagi dengan harganya yang lumayan miring. Cocok untuk pengguna baru yang ingin mencoba platform Android namun tidak memerlukan spesifikasi yang tinggi. Ponsel ini pun bisa dikatakan cukup stabil dan selama kupakai aku belum mengalami masalah yang berarti.

Sebagai informasi tambahan, saat ini ponsel ini aku gunakan untuk berkirim SMS, telepon, WiFi HotSpot, mendengarkan lagu, berkirim email, browsing, menggunakan aplikasi Twitter dan Flipboard. Ketika di kantor, aku memanfaatkan fungsi WiFi untuk akses data, sementara fungsi akses data via operator aku matikan untuk lebih menghemat bandwidth.  Fitur-fitur yang aku manfaatkan tersebut sejauh ini bisa berjalan dengan normal dan lancar.

2 komentar:

  1. Salam. Membaca reviewnya saya setuju. Apa mas sudah root htcnya?

    BalasHapus
  2. Hehe.. belum ada rencana untuk nge-root sih. Nggak di root aja udah OK kok.

    BalasHapus