Selasa, September 11, 2012

[Review] Philips SHE 9850

Well, semoga judul tulisan ini tidak terlalu menyesatkan. Perlu diketahui, tulisan ini bukan dibuat oleh profesional yang mengerti seluk beluk musik. Aku hanyalah penikmat musik biasa dan nggak terlalu fanatik dengan kualitas suara. Bukan berarti nggak mementingkan kualitas loh, yang penting sih masih acceptable di telinga lah. Dengan keterbatasanku disini, jadi mungkin ulasan di tulisan ini cenderung subyektif.



Sebelumnya aku menggunakan earphone Philips SHE 9555, yang sejauh ini kurasakan sudah sangat memuaskan. Earphone ini sudah aku gunakan selama 2 tahun, dan sejauh ini nggak berminat untuk menggantinya. Tapi ya namanya udah 2 tahun, pengen aja sesekali mencoba yang lain. Dan kali ini pilihanku jatuh ke Philips SHE 9850.

Paket penjualan Philips SHE 9850 ini bisa dibilang cukup lengkap. Paket penjualannya menyertakan: 3 set earplug (dengan ukuran, kecil, sedang, dan besar), satu set foam sleeves untuk menggantikan earplug (dalam buku petunjuknya sih disuruh diganti setelah 2 bulan dipakai, just wondering belinya dimana yah?), buku petunjuk (gile, SHE 9555 aja nggak sampai segininya), alat pembersih kotoran pada earplug, klip kabel, dan casing alumunium untuk menyimpan earphone.

Ada perbedaan mencolok ketika mencoba menggunakan earphone SHE 9850 ini. Rasa-rasanya suara yang dihasilkan nggak sepadan sama harganya. Persepsiku waktu itu, suaranya jauh lebih oke SHE 9555 dengan bass nya yang benar-benar mendentum. SHE 9850 cenderung flat, dengan bass yang tidak terlalu mencolok, namun treble nya lebih nendang dibandingkan dengan SHE 9555.

SHE 9850 menggunakan driver Balanced Armature yang konon memang memberikan suara yang cenderung flat namun balanced antara bass dan treble nya. Karena bass nya tidak terlalu mendentum, suara yang dihasilkan menurutku lebih detail. Suara instrumen yang biasanya kurang jelas terdengar karena tertutup bass, justru malah dapat terdengar di earphone ini.

Namun demikian untuk suara-suara yang memiliki frekuensi tinggi, malah nggak cocok. Suaranya seperti pecah dan kurang nyaman untuk didengar. Dari tautan Wikipedia diatas, sepertinya frekuensi Balanced Armature ini memang lebih terbatas. Dan untuk frekuensi tinggi (yang mungkin diatas 16.000 Hz), suaranya malah menyakitkan telinga. Sedikit kesal juga sih, karena ada beberapa lagu favoritku yang tidak bermasalah ketika mendengarkannya di SHE 9555, tiba-tiba menjadi kurang nyaman didengar karena ada beberapa bagian pada lagu tersebut yang memiliki frekuensi tinggi.

Tapi jujur saja, setelah beberapa minggu menggunakan earphone ini, rasanya sudah ogah balik lagi ke SHE 9555. Detail suaranya yang lebih oke tentunya lebih bernilai dibanding dengan ketidakmampuan earphone ini dalam mereproduksi suara-suara pada frekuensi tinggi. Dan kebetulan juga aku cenderung menyukai musik akustik, pop, jazz, dan klasik, yang nggak terlalu banyak menggunakan instrumen berfrekuensi tinggi.

1 komentar: