Sabtu, Juli 09, 2016

Strava vs Endomondo

Sejak membeli sepeda pertamaku, aku menggunakan aplikasi Endomondo untuk mencatat aktivitas bersepedaku. Baru beberapa bulan belakangan ini aku menggunakan Strava dan kepincut dengan fitur-fiturnya. Namun demikian bukan berarti aku beralih dari Endomondo ke Strava. Alih-alih, aku menggunakan kedua aplikasi ini secara berbarengan. Ada beberapa kelebihan dan kekurangan dari masing-masing aplikasi ini, sehingga menjalankan keduanya secara bersamaan dapat saling melengkapi.

Dalam tulisan kali ini aku akan mencoba mengulas perbedaan diantara keduanya. Dalam menggunakan kedua aplikasi ini, aku menggunakan edisi berbayar/premium. Namun demikian, tidak semua fitur-fitur premium ini aku butuhkan sehingga tidak aku ulas disini. Selain itu fokusku disini adalah mengulas dari perspektifku sebagai goweser.


Endomondo
tampilan utama & history dari aktivitas
Endomondo adalah aplikasi yang sudah cukup lama aku gunakan untuk mencatat aktivitas gowesku. Tampilannya menurutku simpel dan enak untuk dipandang. Aplikasi mobilenya berlatar belakang putih, memberikan kesan bahwa aplikasi ini user friendly. Untuk sekedar mencatat aktivitas olahraga, aplikasi ini menurutku sudah lebih dari cukup. Pengguna bisa melihat history aktivitas olahraganya, dan melihat summary aktivitasnya secara mingguan, bulanan, hingga dalam 1 tahun.

Dalam merekam aktivitas olahraga, tampilam Endomondo dapat disetting untuk menampilkan informasi-informasi seperti: kecepataan saat ini, rata-rata kecepatan, perkiraan jumlah kalori yang dibakar, jarak yang telah ditempuh, durasi olahraga, serta informasi heart rate. Yang aku suka dari Endomondo adalah ketika aktivitas olahraga sedang dilakukan, aplikasi ini bisa disetting untuk memberikan audio feedback secara terus-menerus berdasarkan jarak ataupun durasi tertentu. Misalnya, aku set agar aplikasi ini memberikan audio feedback yang berisi informasi: kecepatan saat ini, jarak yang telah aku tempuh, durasi olahraga, informasi heart rate, serta waktu yang aku butuhkan untuk menempuh jarak setiap kilometernya.

Setelah selesai aktivitas olahraga, aplikasi ini dapat secara otomatis mem-posting aktivitas olahraga kita ke akun Facebook maupun Twitter. Informasi-informasi lain terkait aktivitas pun akan ditampilkan dalam bentuk summary yang menurutku sangat user friendly. Informasi-informasi tersebut antara lain:
  • Rute yang kita lalui. Dalam peta yang berisi rute yang kita lalui ini bisa dilihat informasi milestone jarak yang ditempuh. Rute yang dilalui direpresentasikan dalam warna biru terang hingga gelap. Terang dan gelapnya rute menunjukkan kecepatan kita pada saat melalui titik tersebut. Semakin terang, semakin cepat kecepatannya, dan begitu pula sebaliknya
  • Summary dari aktivitas olahraga yang mencakup: jarak, durasi, keceptan, jumlah kalori, informasi heart ratehydration (jumlah air yang dikeluarkan), ketinggian minumum dan maksimum, serta total turunan dan tanjakan.
  • Grafik yang menggambarkan ketinggian/altitude selama aktivitas olahraga, yang bisa dipadukan dengan informasi kecepatan dan heart rate.
  • Pemisahan informasi per lap (berdasarkan jarak). Ini adalah salah satu fitur yang sangat berguna untukku. Melalui fitur ini, aku bisa melihat berapa kecepatan dan waktu yang aku perlukan untuk menempuh setiap km nya. Analisis sederhananya bisa digunakan untuk melihat kecepatan maksimum dan minimumku dan di km berapa kecepatan yang aku raih tidak maksimal, sehingga bisa diperbaiki.
tampilan summary setelah aktivitas

Jika kita membuka versi webnya, melalui www.endomondo.com, informasi yang ditampilkan menjadi lebih komprehensif. Pengguna dapat membuat rute sendiri, melihat summary dan statistik aktivitas yang ditampilkan dalam model kalender, hingga melihat informasi rekor waktu terbaik dalam menempuh jarak tertentu (20km, 50km, 50mil, dsb).
halaman summary versi web, informasi Laps dan Best distance ditampilkan dalam tab terpisah

Sayangnya Endomondo menurutku dibuat sangat generik, artinya didesain untuk mencatat hampir semua jenis olahraga, sehingga sensor eksternal yang bisa digunakan hanyalah heart rate monitor. Sebagai pengguna sepeda, aku memerlukan informasi cadence yang sensornya tidak didukung oleh Endomondo. Selain itu fokus aplikasi ini menurutku hanya mencatat dan men-summary saja tanpa mempertimbangkan rute yang kita lalui. Kecepatan rata-rata 30km/jam di jalanan yang cenderung rata tentunya memerlukan usaha yang berbeda dibandingkan dengan kecepatan rata-rata yang sama di jalanan yang cenderung menanjak.

Kelebihan Endomondo vs Strava
  • Tampilan aplikasi mobile yang sederhana, elegan, dan mudah dimengerti
  • Audio feedback yang secara periodik diinformasikan. Cocok untuk pengguna yang menggunakan earphoneuntuk memantau terus progress aktivitasnya
  • Fitur untuk mem*posting* aktivitas olehraga secara otomatis ke media sosial seperti Facebook & Twitter
  • Informasi summary aktivitas (jarak, durasi, kalori) per hari, minggu, bulan, hingga tahun
  • Informasi kecepatan, durasi, dan heart rate per jarak tertentu
  • Biaya berlangganan untuk menjadi member premium lebih murah
  • Challenges lebih bervariasi dan dapat dibuat oleh pengguna Endomondo yang lain. 

Kekurangan Endomondo vs Strava
  • Tidak mendukung sensor lain selain heart rate monitor seperti sensor kecepatan, cadence, dan power meter.
  • Tidak dapat membaca informasi heart rate dari Apple Watch
  • Kurang memotivasi penggunanya untuk melakukan perbaikan atas rekor yang telah dicapai. Ini karena Endomondo hanya melihat jarakdurasi, serta kecepatan rata-rata saja, tanpa memperhitungkan rute serta tingkat kesulitan.
  • Media sosial Endomondo hanya dapat menampilkan informasi summary dari aktivitas, pengguna tidak dapat mengupload foto-foto yang relevan dengan aktivitas tersebut.

Strava
Halaman utama Strava adalah daftar
aktivitas kita dan rekan-rekan kita
Strava baru aku gunakan selama kurang lebih 3 bulan, setelah mendapat rekomendasi dari seorang teman. Pada awalnya aplikasi ini sedikit membingungkanku karena mungkin aku sudah terbiasa dengan Endomondo sebelumnya. Fiturnya kuanggap tidak terlalu superior dibandingkan dengan Endomondo yang bisa memberikan informasi kecepatan per jarak tertentu/lap. Selain itu, summary dari aktivitas olahraga nya pun hanya ditampilkan mingguan, dan itupun bukan dalam bentuk grafik yang menggambarkan pencapaianku selama beberapa minggu terakhir.

Namun demkian, ada satu fitur yang membuatku tak bisa lepas dari aplikasi ini. Fitur tersebut adalah Segment. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk membuat segmen dari rute yang dia lewati. Jika ada pengguna lain yang melalui segmen yang sama, nama segmen tersebut akan muncul dalam aktivitas olahraganya. Nah, selain itu Strava akan memberikan informasi leaderboard untuk setiap segmen yang dilewati: siapa 10 pengguna tercepat, dan pada urutan berapa waktu terbaik pengguna tersebut ketika melalui segmen yang dimaksud. Dengan fitur ini, Strava secara tidak langsung memotivasi penggunanya untuk membandingkan pencapaian mereka dengan pencapaian pengguna lain sehingga bisa diukur seberapa banyak usaha/selisih waktu yang dibutuhkan untuk meperbaiki urutan dalam leaderboard segmen.

tampilan rincian aktivitas yang telah dilakukan - versi mobile apps

tampilan rincian aktivitas yang telah dilakukan - versi mobile web

Fitur lain yang tidak kalah penting adalah Club, yang memungkinkan pengguna Strava untuk membuat klub/komunitas sendiri. Melalui fitur ini aku dapat memantau dan membandingkan aktivitas dan performaku dengan rekan-rekanku yang berada dalam klub yang sama. Bahkan leaderboard untuk masing-masing segmen pun dapat ditampilkan secara lebih spesifik untuk anggota klub.

Salah satu fitur unggulan
Strava: Segments
Jika dibandingkan dengan Endomondo, aplikasi mobile Strava menurutku kemampuannya sangat terbatas. Banyak fitur-fitur lainnya yang hanya bisa diakses melalui halaman web www.strava.com. Seperti misalnya fitur untuk membuat segmen baru, membuat atau mengatur klub, melihat summary dari seluruh aktivitas olahraga kita, dan analisis yang lebih mendalam dari sebuah aktivitas hanya bisa dilihat melalui web. Namun demikian, untuk sekedar merekam sebuah aktivitas olahraga, kemampuan Strava lebih mumpuni. Strava difokuskan untuk merekam 3 macam aktivitas saja: Bersepeda, lari, dan berenang, sehingga sensor-sensor eksternal yang biasa digunakan oleh ketiga aktivitas ini didukung oleh Strava. Seperti misalnya Strava bisa mengenali sensor cadenceheart rate, dan power meter ketika sebuah aktivitas bersepeda dilakukan. Dengan demikian, akan diperoleh informasi yang lebih komprehensif dan akurat terkait dengan aktivitas yang dilakukan. Analisis pada informasi ini, tentunya sangat bermanfaat untuk perbaikan performansi si penggunanya.

Kelebihan Strava vs Endomondo
  • Dapat membaca informasi heart rate dari Apple Watch
  • Mendukung sensor eksternal diluar heart rate seperti sensor kecepatan, sensor cadence, serta power meter.
  • Fitur segmen. Segmen adalah bagian tertentu dari rute yang kita lalui. Fitur ini menjadi fitur andalan mengapa aku sangat memerlukan Strava. Berikut adalah beberapa manfaat dari fitur ini:
    • Tracking performa (kecepatan, durasi, dll) setiap kali melalui segmen
    • Leaderboard untuk segmen. Disini kita bisa melihat berapakah rekor waktu terbaik dari pengguna Strava lain yang melalui segmen tersebut. Fitur leaderboardini sangat memotivasiku untuk memperbaiki rekor. Dengan melihat leaderboard, dapat diketahui selisih waktu yang telah kita capai dengan pengguna strava lain yang pencapaiannya lebih baik.
    • Komparasi usaha kita setiap kali melalui segmen. Dapat dilihat dalam bentuk grafik yang menunjukkan kecepatan, cadenceheart rate pada tiap-tiap usaha kita melalui segmen tertentu.
    • Live segmen. Fitur ini akan menampilkan segmen yang akan kita lalui. Pengguna akan diinformasikan waktu terbaiknya ketika melalui segmen tersebut, sehingga diharapkan bisa memotivasi pengguna tersebut untuk meraih waktu yang lebih baik dari sebelumnya.
    • Segmen bisa dibuat oleh pengguna Strava melalui web. Syaratnya segmen yang dibuat menjadi bagian dari rute yang telah dilalui oleh pengguna tersebut.
    • Achievement. Setiap rekor yang kita buat ketika melalui segmen tertentu (menjadi King Of Mountain - KOM, yang artinya pengguna tersebut mencapai urutan pertama dalam leader board, meraih waktu personal terbaik, kedua terbaik, dan ketiga terbaik) akan mendapatkan badge achievement khusus. Jumlah achievement ini akan ditampilkan dalam summary aktivitas.
  • Pengguna dapat melakukan posting informasi foto/gambar yang terkait dengan aktivitas
  • Personal Heatmaps, berisi gambaran rute yang telah dilalui oleh pengguna. Rute digambarkan dalam warna biru dan merah. Warna merah menunjukkan bahwa pengguna sering melalui rute tersebut.
Personal Heatmap Strava
  • Analisis yang lebih mendalam untuk setiap aktivitas. Selain informasi mendasar seperti: durasi, jarak, kecepatan rata-rata, informasi heart rate, informasi kalori dan elevasi yang didapat akan ditampilkan juga informasi mengenai analisis heart rate, yang berisi persentase masing-masing zone heart rate. Zone heart rate ini pun bisa dikustomisasi sesuai dengan kebutuhan. Selain itu akan ditampilkan juga estimasi rata-rata power yang kita keluarkan dan distribusinya (dalam Watt). Err.. jujur aja untuk yang ini aku kurang tahu cara perhitungannya. Hitungan yang lebih akurat seharusnya berasal dari sensor power meter yah. 
  • Kemampuan untuk menambahkan informasi sepeda yang digunakan. Dengan informasi ini, mileage untuk masing-masing sepeda bisa diketahui (jika menggunakan lebih dari satu sepeda). Selain itu, sekalian juga jadi bisa tahu sepeda yang digunakan oleh pengguna yang lain, just in case misalnya penasaran kok pengguna tersebut pencapaiannya lebih baik, dan ternyata bisa dianggap wajar karena sepeda yang digunakan lebih ‘mahal’.
  • Klub sepeda. Dengan fitur ini pengguna dapat membuat klub sendiri dan bergabung dengan klub yang dibuat oleh pengguna lain. Dengan fitur ini, pengguna dapat:
    • Memfilter aktivitas/feed untuk klubnya saja, sehingga lebih mudah memonitor aktivitas yang dilakukan oleh rekan-rekan dalam satu klub
    • Memantau leaderboard klub setiap minggunya, dimana patokan yang dihitung adalah jarak yang ditempuh. Namun demikian informasi durasi serta elevasi yang dicapai akan ditampilkan juga.
  • Perbandingan head to head dengan pengguna Strava lain. Dengan fitur ini, Strava akan membandingkan aktivitas selama beberapa minggu terakhir dengan pengguna lain yang dimaksud. Informasi yang dibandingkan antara lain total jarak yang ditempuh, durasi, rata-rata aktivitas dalam setiap minggunya, total elevasi yang diraih, dan lain sebagainya.
  • Mengatur goal/target aktivitas olahraga, misalnya target jarak yang ditempuh dalam 1 minggu adalah 100km, target jarak yang ditempuh dalam waktu 1 tahun adalah 10000km, dan target pencapaian untuk segmen tertentu adalah 4 menit. Ketika goal/target telah tercapai, informasi ini akan muncul di timeline pengguna tersebut.

Kekurangan Strava vs Endomondo
  • Tampilan aplikasi yang sedikit membingungkan ketika awal-awal pemakaian
  • Minim audio feedback, hanya ada informasi audio untuk auto pause, dan resume saja.
  • Biaya berlanggan untuk menjadi member premium relatif jauh lebih mahal dibandingkan dengan Endomondo
  • Statistik aktiivitas olahraga hanya ditampilkan secara mingguan di aplikasi mobile. Jika ingin melihat statistik dalam periode yang lebih panjang, misalnya dalam 1 bulan, harus membuka halaman web nya Strava
  • Tidak ada informasi seperti kecepatan rata-rata dan durasi dalam tiap lap/jarak tempuh tertentu
  • Tidak ada fungsi yang secara otomatis mem-posting aktivitas olahraga ke media sosial. Pengguna harus melakukan proses ini secara manual
  • Challenges lebih sedikit, hanya bisa dibuat oleh Strava. Pengguna tidak dapat membuat Challenges sendiri.

    2 komentar:

    1. saya sdah pakai Strava dan Endomondo.. sejauh ini karena olahraga saya cuma lari dan berjalan, maka endomondo saja sudah sangat lebih dari cukup.

      BalasHapus
    2. Klo pake HP Xiaomi knpa ya GPsnya sering eror baik endomondo maupun strava...

      BalasHapus